Categories
Berita

Batas Pelaporan SPT Tahunan Berakhir, Sri Mulyani Tak Akan Tambah Waktu

Batas Pelaporan SPT Tahunan Berakhir, Sri Mulyani Tak Akan Tambah Waktu

Sabtu kemarin, 31 Maret 2018 merupakan hari terakhir pelaporan SPT Tahunan bagi semua wajib pajak orang pribadi, apakah Anda sudah berhasil melaporkan SPT PPh tahunan Anda? Sayangnya tahun ini nampaknya akan berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun kemarin Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan bersepakat untuk memperpanjang waktu, tapi untuk SPT 2017 pemerintah tidak memperpanjang batas pelaporan. Keputusan ini disampaikan secara langsung oleh Sri Mulyani Indrawati saat beliau melakukan peninjauan layanan SPT di kantor KPP Jakarta Madya.

Sumber : Gotax

Menganggapi hal tersebut, respons dari masyarakat tentunya berbeda-beda. Bagi yang sudah berhasil lapor SPT tentu tidak punya masalah, namun bagi wajib pajak yang belum lapor SPT keputusan ini pasti tidak menguntungkan, apalagi kabarnya akan ada sanksi denda yang diberlakukan bagi wajib pajak yang terlambat lapor SPT Tahunan PPh.

Guna mengantisipasi membludaknya masyarakat yang berencana untuk melaporkan SPT tahunan di akhir Maret, pemerintah telah melakukan berbagai upaya termasuk menambah jam kerja KPP, jadi rasanya tidak ada alasan yang membenarkan masyarakat untuk tidak melaporkan pajak, apalagi waktu yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak sudah cukup banyak, terlebih ada fasilitas pelaporan SPT online yang bisa dimanfaatkan masyarakat bila tidak mau mengantri di KPP. Fasilitas melaporkan SPT via elektronik bahkan dibuka sampai pukul 24.00.

Kebijkan Sri Mulyani untuk tidak menambah waktu pelaporan SPT tentunya mendapatkan beragam respon dari masyarakat, ada yang memberikan respon positif ada juga yang memberikan respon negative. Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap dalam keputusannya untuk tidak memperpanjang waktu atau menambah waktu, jadi bagi wajib pajak yang sudah terlambat melaporkan SPT Tahunan, siap-siap saja untuk mendapatkan sanksi denda.

Sebagai warga negara yang baik, membayar dan melaporkan pajak adalah tugas pokok bagi masyarakat, baik untuk wajib pajak pribadi atau wajib pajak badan. Jika Anda lupa bagaimana cara melaporkan pajak yang baik dan benar, maka buka lagi buku panduan cara melaporkan pajak secara online, jika yang dipilih adalah fasilitas e-filing, untuk yang ingin melaporkan via manual, Anda cukup menyambangi KPP saja.

Categories
Rumah

Kriteria Rumah yang Cocok untuk di Sewa

Kriteria Rumah yang Cocok untuk di Sewa – Renovasi menjadi solusi mewujudkan rumah impian. Namun, di sisi lain, ada hal yang harus dikorbankan sebelum semua mimpi itu terwujud. Selain harus siap menyisihkan dana, Anda juga akan kehilangan waktu nyaman bersama keluarga. Selama renovasi, akan banyak kegiatan pembangunan yang berada dalam lingkungan rumah. Mulai dari pembongkaran, pengakutan material, pengolahan, hingga pembangunan. Semua kegiatan tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi aktivitis Anda dan keluarga. Kondisi rumah menjadi berantakan dan suara berisik muncul saat pengerjaan. Keinginan untuk pindah rumah selama proses renovasi pun muncul. Lantas pertimbangan apa saja yang dibutuhkan bila ingin menyewa rumah saat renovasi? Berikut jawabannya!

  • Meningkat Rumah menyangkut penambahan lantai, Bila proses renovasi rumah maka Anda harus siap-siap angkat kaki untuk sementara. Proses meningkat rumah akan membuat lantai bawah minim untuk bisa dimanfaatkan. Bukan hanya soal kotor dan berisik, banyaknya tiang perancah, penyangga cetakan beton lantai atas, yang membuat ruang gerak di lantai bawah berkurang. Terlebih jika proses pengedakan lantai dilakukan secara konvensional, menggunakan adonan beton yang dicetak dengan bekisting tripleks. Kondisi rumah pun kian tak nyaman untuk dihuni bila ada penyuntikan kolom atau penambahan titik pondasi baru.
  • Jenis Material finishing Untuk renovasi yang bersifat , sekadar tampilan, Anda harus memperhatikan jenis material yang digunakan sebelum memutuskan pindah. Walau pekerjaan finishing tergolong mudah, beberapa finishing menghasilkan zat yang berbahaya. Pengecatan ulang dinding atau furnitur dalam ruang misalnya. Bau menyengat (VOC) dari lapisan cat bisa berbahaya jika dihirup dalam waktu lama. Ruangan yang dicat pun harus “didiamkan” minimal 24 jam hingga bau hilang. Untuk pekerjaan tampilan rumah ini, Anda tak perlu untuk sewa rumah. Cukup atur waktu untuk berlibur atau ke rumah saudara saat proses pelapisan dilakukan. Percayakan pengawasan pada mandor atau kontraktor pelaksana.
  • Bongkar Kamar Mandi jadi memaksa Anda pindah Renovasi kamar mandi bisa sementara. Kecuali, Anda memiliki 2 kamar mandi atau lebih yang bisa digunakan. Perubahan jalur pipa adoanan semen dan pelapisan antibocor yang belum kering membuat aktivitas bersih-bersih diri urung dilakukan. Jika memaksakan menggunakan kamar mandi, akan berpotensi memunculkan kebocoran di kemudian hari.
  • Usia dan Kegiatan Anak Anda jadikan pertimbangan saat Usia dan aktivitas anak harus merenovasi rumah. Bila anak masih balita atau menginjak SD, sebaiknya Anda pindah rumah untuk sementara. Banyaknya debu dan material yang berbahaya bisa mengganggu kesehatan si buah hati. Area rumah pun bukan menjadi tempat bermain yang aman. Anak yang sedang dalam masa ujian juga perlu menjadi perhatian. Rumah yang belum rapi dan banyak bahan bangunan yang berserakan akan mempengaruhi konsentrasi anak. Pindah sementara ke rumah keluarga bisa jadi pilihan lainnya.
  • Lokasi Rumah Sewa berdekatan dengan rumah bisa Ketersedian rumah sewa yang menjadi prioritas. Keluarga tak perlu beradaptasi dengan lingkungan baru, pengawasan renovasi pun bisa lebih mudah. Selain itu, pemindahan barang dan perabot rumah juga tak ribet, karena tak perlu keluar dari komplek perumahan. Bila rumah kontrakan berada jauh dari rumah, maka pindah sementara harus Anda pikirakan kembali. Selain adaptasi dan pengawasan, biaya pindahan yang harus dikeluarkan juga lebih besar. Pengawasan dan koordinasi selama proses renovasi pun akan menyita waktu dan biaya yang lebih banyak. Kecuali, proses pengawasan telah dipercayakan kepada kontraktor.
  • Tersedia Genset untuk digunakan, genset sangat penting karena sebagai sumber listrik cadangan saat listrik dari PLN mati. Oleh karenanya pastikan kamu membeli genset di supplier jual genset jakarta yang bergaransi resmi

Categories
Berita

Gerakan Politik PKS

Gerakan Politik PKS – Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subi­ anto telah sepakat untuk membentuk koalisi dengan Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kesepakatan tersebut terjalin setelah tokoh utama kedua partai itu bertemu secara langsung beberapa waktu lalu. Imbas pertemuan dan kesepatakan tersebut, posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut­sebut mulai terancam di koalisi pendukung Prabowo. Pasalnya, calon wakil presiden (cawapres) yang diusulkan PKS terancam tidak dapat terakomodasi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sumber SP menyebutkan, saat ini ada sejumlah elite PKS yang mencoba membangun komunikasi dengan salah satu partai politik pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). PKS disebut­sebut tengah mendekati elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menjajaki kemungkinan membentuk koalisi baru pada Pilpres 2019. “PKS tengah mendekati PKB. Tujuannya ingin membangun koalisi baru di Pilpres 2019.

Upaya itu muncul setelah Partai Gerindra positif menjalin koalisi dengan Demokrat,” kata sumber itu di Jakarta Jumat (3/8). Dalam pendekatan yang dilakukan, ujar sumber tersebut, PKS juga tetap mengusulkan sejumlah opsi pencapresan. Salah satu klausulnya mendukung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar sebagai Capres. Sementara, posisi awapres diusulkan dari nama­nama yang selama ini sudah diajukan PKS. Seperti diketahui, PKB merupakan satu­satunya parpol pendukung pemerintah yang hingga saat ini belum mendeklarasikan secara resmi dukungan terhadap Jokowi. Deklarasi baru akan diberikan jika Jokowi memilih cawapres dari tokoh internal PKB, yakni Muhaimin Iskandar. Sejumlah elite PKS juga menawarkan kepada PAN untuk bisa bergabung. Dengan demikian, koalisi baru bisa terbentuk karena PKS memiliki 40 kursi DPR atau 6,79%, PKB sebanyak 47 kursi DPR atau 9,04%, dan PAN sebanyak 49 kursi DPR atau 7,59%, sehingga total kursi koalisi ini sebanyak 136 atau 24,3%.