Categories
Berita

6 Tes Buta Warna Tersulit yang Digunakan Diseluruh Dunia

Interior Murah –  Buta warna adalah kelainan pada penghilatan, dimana seseorang tidak membedakan beberapa warna tertentu dan buta warna pada umumnya adalah karena factor keturunan.

Untuk mengtahui apakah seseorang buta warna atau tidak, haruslah melalui serangkaian tes. Berikut adalah jenis tes buta warna tersulit yang saat ini masih digunakan di seluruh dunia:

 

6 Tes Buta Warna Tersulit yang Digunakan Diseluruh Dunia

Ada beberapa jenis test buta warna tersulit, akan tetapi biasa bisa terlihat di desain interior kantor, kemudian dari test buta warna ringan hingga test buta warna paling sulit. Apa saja? Simak di website kami

 

  1. Test Anomaloscope

Test Anomaloskop pertama dikembangkan pada abad ke-20 dan sejak itu merupakan instrumen tes kebutaan warna yang paling akurat yang digunakan oleh spesialis mata di seluruh dunia.

Anomaloskop didasarkan pada kecocokan warna dan biasanya tes mudahnya adalah dengan melihat di partisi kaca tempered, Dua sumber cahaya yang berbeda harus dicocokkan dengan warna yang sama. Di satu sisi anda akan melihat warna kuning yang dapat disesuaikan kecerahannya. Sisi lain terdiri dari merah dan lampu hijau sedangkan proporsi campuran bervariasi.

Karena setiap warna pada layar komputer terdiri dari tiga warna dasar merah, hijau, dan biru, anomaloskop tidak dapat dilakukan secara online. Jadi tes buta warna merah-hijau ini hanyalah reproduksi sederhana dengan ruang untuk perbaikan.

Anomaloscope didasarkan pada kecocokan antara kuning dan campuran merah dan hijau.

  1. Test Ishihara

Tes buta warna ishihara merupakan temuan seorang ahli dari Jepang yang bernama Ishihara pada tahun 1918.

Dan hingga saat ini tes buta warna tersulit ini masih dipakai sebagai salah satu test akurat di seluruh dunia.

Ishihara mengembangkan grafik ketajaman visual Jepang dan alat untuk menentukan titik dekat, keduanya saat ini digunakan secara luas di Jepang.

Dia juga membuat kontribusi yang signifikan untuk mempelajari trachoma dan miopia.

Test ini berupa kertas dengan lingkaran yang dipenuhi banyak warna , dan ditengah biasa ditulis angka yang dengan bermacam warna.

  1. Tes Penyusunan

Tes penyusunan ini merupakan tes yang tergolong mudah karena hanya penyusunan balok sesuai warna-warna tertentu.

  1. Tes Cambridge

Tes warna cambridge adalah cara cepat subjek skrining yang efisien untuk test penglihatan warna.

Ini juga dapat digunakan untuk memeriksa secara lebih rinci perubahan perbedaan warna yang terjadi sebagai akibat dari kondisi bawaan atau faktor keturunan.

Test cambridge hanya untuk digunakan dengan sistem ViSaGe dan monitor CRT. Untuk hasil lebi akurat, dapat dilakukan test warna cambridge plus, tes buta warna visi Rendah, ketajaman visual, dan fungsi sensitivitas kontras spasial dan kontemporal.

  1. Test Farnsworth Munsell

Test Farnsworth munsell adalah satu test untuk menilai kemapuan seseorang untuk membedakan warna. Caranya dengan menyusun kelompok waran tertentu sesuai dengan aturan.

Penilaian dilakukan dengan hasil hitung software computer, dan jika kesalahan analisa warna lebih dari 100, maka seseorang bisa dikatakan buta warna.

  1. Test Lentera Farsnworth

Tes ini dinamakan sebagai lentera test karena pada awalnya test ini digunakan untuk membedakan warna pada lampu kereta api.

Dan kemudian tes buta warna tersulit ini pun dugunakan untuk seleksi militer Amerika, dan test ini tidaklah terlalu sulit dan biasanya hanya digolngkan dua jenis buta warna, yaitu buta warna ringan dan berat, tidak sampai pada buta warna total.

Itulah 6 jenis test buta warna tersulit yang masih digunakan diseluruh dunia dan semoga saja artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan semoga bermanfaat yah.

 

Categories
Berita

4 Perbedaan IELTS dan TOEFL. Mau Pilih Yang Mana?

 

Bagi yang ingin kuliah ke luar negeri atau apply beasiswa, pasti akan dimintai skor TOEFL atau IELTS. Ingin tahu beda keduanya? Yuk ikuti artikel ini

Bahasa asing apa yang kamu kuasai? Hampir semua orang pasti akan menjawab bahasa Inggris. Saat ini bahasa Inggris merupakan bahasa internasional nomor satu, sehingga terasa familiar bagi semua orang.

Dan di sekitar kita pun sangat mudah menemukan orang yang pandai berkomunikasi bahasa Inggris. Apalagi bagi kamu yang tinggal di kota besar atau kota tujuan wisata.

Kalau sekedar bisa berkomunikasi tidaklah sulit. Bergaul dengan orang asing atau sering ngobrol dengan teman yang pintar berbahasa Inggris bisa melancarkan bahasa Inggris.

Tapi kalau kamu ingin tahu seberapa baik bahasa Inggris dengan pengujian yang terukur, mau tidak mau kamu perlu ikut tes seperti TOEFL atau IELTS dan ada baiknya pilihlah tempat kursus IELTS terbaik

Kedua tes ini dipercaya sebagai sistem pengujian terbaik dan paling populer. Terlebih kalau kamu ingin kuliah di luar negeri atau mengajukan beasiswa, maka kamu akan diminta menunjukkan skor dari salah satu tes ini.

Perbedaan IELTS dan TOEFL

Nah lalu apa perbedaan IELTS dan TOEFL? Apa saja yang diujikan dan tes mana yang harus diikuti? Yuk simak penjelasan berikut ini.

 

1.Bagaimana sistem penilaiannya?

 

  • TOEFL

Tes TOEFL yang paling banyak dipakai ada 2 macam, yaitu TOEFL IBT dan TOEFL ITP. Penghitungan skor IBT dan ITP sama-sama dilakukan dengan menjumlah total nilai tiap sesi.

Bedanya, skor TOEFL IBT berkisar 0 sampai 120. Sedangkan TOEFL ITP antara 0 sampai 677. Biasanya seseorang akan dinilai mahir kalau mendapat 90 hingga 100 untuk TOEFL IBT atau 525 sampai 677 untuk TOEFL ITP .

 

  • IELTS

Kalau penilaian TOEFL dilakukan dengan menjumlahkan total skor dari tiap sesi, maka penilaian IELTS berbeda. Skor akhir IELTS diambil dari rata-rata keempat sesi.

Setiap sesi akan dinilai dengan rentang 0 sampai 9. Maka skor akhir pun juga sama, dari 0 sampai 9. Agar dinilai baik, setidaknya kamu harus mencapai nilai 7 dan solusi untuk agar dapat skor tinggi adalah tempat kursus IELTS berkualitas.

 

2. Aksen bahasa Inggris yang digunakan

 

  • TOEFL

TOEFL cenderung menguji kemampuan bahasa Inggris dengan aksen Amerika. Karena itu, skor IELTS umumnya akan diminta kalau mendaftar ke universitas di Amerika atau Kanada.

Untuk universitas favorit, biasanya panitia penerimaan mahasiswa mensyaratkan skor TOEFL (IBT) yang sangat tinggi, yaitu 110.

 

  • IELTS

Sedangkan IELTS akan menguji kemampuan bahasa Inggris dengan aksen British atau Britania. Makanya jangan heran kalau skor IELTS menjadi syarat masuk universitas di negara berbahasa Inggris british. Misalnya di Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Untuk masuk universitas terkenal, sebaiknya kalian mampu mencapai skor 7,5.

3.Yang diujikan

 

  • TOEFL

Untuk TOEFL IBT, ada empat sesi tes yang harus diselesaikan, yaitu listening, speaking, reading, dan writing. Dan pengerjaan tes dilakukan dengan komputer.

Adapun TOEFL ITP terdiri dari 3 sesi, yaitu listening comprehension, structure and written expression, serta reading comprehension. Pengerjaan TOEFL ITP dilakukan di atas kertas. Jadi jangan lupa membawa pensil 2B.

Waktu yang disediakan untuk tes TOEFL sekitar 4 jam. Dan soal-soal pada tes TOEFL semuanya pilihan ganda.

  • IELTS

Adapun IELTS juga terdiri dari 4 sesi, yaitu listening, speaking, reading, dan writing. Total waktu yang tersedia untuk tes IELTS sekitar 2 jam 45 menit.

Baca Juga: Resep Ikan Krispi Pedas

Hanya saja jawaban ditulis di atas kertas dan sebagian besar pertanyaan berupa isian. Jarang ada soal pilihan ganda.

Perbedaan IELTS dan TOEFL terasa mencolok di speaking. Berbeda dengan TOEFL dimana kamu berbicara melalui headset dan rekaman dikirim ke tim penilai.

Pada IELTS kamu akan dihadapkan langsung dengan penguji. Kamu akan mendapat pertanyaan mengenai diri sendiri dan topik yang ditentukan penguji.

4.Lebih sulit mana?

Tes TOEFL dan IELTS sebenarnya memiliki bobot yang hampir sama. Kalau urusan mana yang lebih sulit, setiap orang bisa berbeda-beda.

Misalnya saja, ada yang lebih suka dengan soal isian dan dikerjakan tertulis. Maka mungkin saja dia lebih nyaman dengan IELTS.

Dan walau semua soal TOEFL pilihan ganda, bukan berarti lebih mudah. Karena ada banyak jawaban yang hampir sama. Kalau tidak hati-hati dan kurang persiapan, dapat dipastikan akan kesulitan menjawabnya.

Selain itu, typical soal IELTS diperuntukkan untuk umum. Sehingga cocok bagi kamu yang tidak familiar dengan teks akademik.

Sedangkan TOEFL memang khusus untuk keperluan akademik, sehingga kamu akan berhadapan dengan soal dengan teks bergaya akademik.

Nah demikian tadi 4 perbedaan IELTS dan TOEFL. Kalau kamu berencana ikut salah satu tes tersebut, mulailah persiapan dari sekarang.

Kamu bisa mulai dengan mencoba berlatih soal atau ikut kursus persiapan. Jangan sampai mendapat skor mengecewakan hanya karena kurang persiapan. Nah, selamat berlatih!

Categories
Berita

Performa Ford Ecosport, Honda HR-V dan Nissan Juke

Parameter performa menjadi hal penting demi mengetahui seberapa besar kemampuan yang dihasilkan oleh mesin pada kandidat Road Test kali ini. HR-V 1.5 E CVT dan Juke Revolt dapat berbangga hati dengan memiliki tenaga hampir setara dan penggunaan jenis transmisi yang sama, yaitu CVT. Keduanya mencatat waktu akselerasi 0-100 km/jam hanya dengan 11,1 detik.

Sedangkan EcoSport harus puas dengan mencatat waktu 13,6 detik, imbas dari penggunaan transmisi otomatis yang masih menggunakan rasio gigi dan tenaga hanya 110 dk. Untuk urusan konsumsi bahan bakar, Juke bisa berunjuk gigi dengan mencatat konsumsi BBM terbaik, yaitu 14,1 km/l di dalam kota dan tol 20 km/l.

Dan posisi kedua diduduki oleh HR-V yang memiliki konsumsi BBM 13,7 km/l untuk dalam kota dan 17,6 km/l saat jalan tol. Lagi-lagi EcoSport harus mengakui kekalahannya yang tipis, di parameter performa yang hanya mampu memberikan data konsumsi BBM dalam kota 12,7 km/l dan tol 17,5 km/l.

Categories
Rumah

Jangan Lupa Mengurus IMB Saat Renovasi dengan Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik

Jangan Lupa Mengurus IMB Saat Renovasi dengan Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik. Jika disepelekan, kelalaian dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bisa menghambat berjalannya proses renovasi rumah Anda. Beberapa waktu lalu, Budi (45), pria beranak 3 yang berdomisili di Bandung, mengakui, proses renovasi rumahnya mendadak tersendat, karena ia lupa mengurus surat perizinan, yang biasa disebut Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Saya tak langsung mengurusnya, karena awalnya, saya pikir IMB hanya dibutuhkan oleh rumah yang baru dibangun saja,” ucap Budi. Selain itu, Budi juga merasa bahwa pengurusan IMB itu terbilang merepotkan dan rumit. Anggapan Budi ini memang masih sering ditemukan di kalangan masyarakat awam.

Padahal, mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian Izin Mendirikan Bangunan, IMB merupakan perizinan yang diberikan pemerintah daerah kepada para pemohon yang akan membangun baru, merehabilitasi, merenovasi, bahkan memugar bangunan, sesuai persyaratan administratif dan teknis yang berlaku.

Otomatis, bila Anda ingin merenovasi rumah Anda, jangan sampai Anda luput mengurus IMB. Tentunya, regulasi ini disusun beserta sanksi, bilamana ada pemilik rumah yang tak mengurus perizinan tersebut. Misalnya, berdasarkan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1068 Tahun 1997, tentang Penertiban Kegiatan Membangun, pemerintah daerah dapat memberi sanksi berupa bongkar paksa bangunan hingga saksi pidana bagi pemilik bangunan. Namun, peraturanperaturan seputar pengurusan IMB ini bisa berbeda-beda sesuai daerah asal Anda.

Renovasi dengan Izin Khusus Dalam beberapa kasus renovasi, ada kalanya Anda tak memerlukan IMB. Menurut SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 76 Tahun 2000, setelah Anda mengajukan permohonan izin ke Dinas P2B (Dinas Pengawasan dan Pemeliharaan Bangunan), Anda bisa mendapatkan Izin Khusus/Keterangan Membangun, sesuai batasan-batasan renovasi berikut.

1. Bagi penambahan ruang yang t dak melebihi 30% luas bangunan lama, ataupun lebih dari 250m2. 2. Bagi penambahan lantai yang t dak melebihi 50% luas lantai atap, atau dengan luas penambahan maksimal sebesar 250m2. 3. Perubahan bangunan yang t dak mengubah struktur bangunan, sepert perubahan interior, perbaikan atap, penggant an komponen bangunan, dan lain sebagainya; asalkan, bangunan tersebut telah memiliki IMB dan tetap mempert mbangkan segi arsitektur dan lingkungan.