Categories
Berita

Pengadaan Bulog Wahyu Berdalih Pilihan

Pilihan yang sama ditempuh Bulog, yang mengangkut daging beku melalui maskapai Garuda Indonesia. Pilihan lewat udara diambil karena, sampai masuk bulan puasa, jumlah daging impor untuk operasi pasar kurang memadai, sedangkan harga di pasar masih bertengger di level Rp 120-130 ribu per kilogram. Direktur Pengadaan Bulog Wahyu berdalih pilihan mengangkut lewat udara bukan karena panik, melainkan, ”Untuk menjaga kualitas daging,” katanya.

Dengan proses yang serba terburu-buru, mulai pekan lalu Berdikari menggelar operasi pasar di Bogor dan Bekasi. Adapun Bulog menggelar operasi pasar di Jakarta dan beberapa daerah. Meski Bulog dan Berdikari mulai menggelar operasi pasar, pemerintah tak kunjung berhenti memberikan ”kejutan”. Kamis pekan lalu, pemerintah mengumumkan menambah kuota impor lagi. Perusahaan yang mendapatkan jatah tambahan adalah Bulog dan Berdikari, masing-masing 15 ribu dan 12 ribu ton.

Namun jatah itu kemudian dialihkan ke perusahaan swasta, yakni PT Evita Manunggal dan PT Jagat Kelana Persada. Seorang pengusaha yang mengetahui proses bagi-bagi kuota itu mengatakan, aroma jatah kuota untuk swasta sudah tercium sejak dua pekan lalu. Menurut dia, beberapa broker yang menguasai informasi sumber pasokan daging di Australia terus berusaha melobi perusahaan pelat merah yang mengantongi kuota impor. Namun rencana ”kongkalikong” yang disiapkan tidak berjalan mulus.

Karena tidak bisa menggunakan perusahaan pelat merah, para makelar ini terpaksa muncul dengan baju importir. ”Aktor-aktornya mulai muncul ke permukaan,” katanya. Lobi dan tekanan para makelar ini mengganggu kerja sejumlah BUMN. Suwhono tidak membantah ataupun mengakui ada tekanan dan lobi kepada Berdikari. ”No comment, kami ini sedang belajar,” ujarnya. Adapun Marina Ratna, Direktur Utama Dharma Jaya, mengakui ada pihak yang bermain kotor di hulu.

”Jatah lima kontainer milik Dharma Jaya dari eksportir yang akan tiba pada 17 Juni mendadak diundur sepihak menjadi 29 Juni,” katanya. Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan jatah impor swasta murni karena untuk stabilisasi harga, bukan diboncengi para pencari rente. ”Kami sudah jual dengan harga Rp 80 ribu per kilogram, tapi harganya masih tinggi, maka izinnya kami tambah lagi,” katanya Kamis pekan lalu.

Categories
Berita

Mengimpor Daging Sapi Untung Besar Sekali

Mengimpor daging sapi karena mendapat penugasan lain dari pemerintah. ”PPI harus berfokus ke penugasan gula,” ujarnya Jumat pekan lalu. Meski sudah memegang SPI, Berdikari kesulitan mencari pemasok daging. Menurut pengusaha daging, Berdikari tidak mampu langsung mengakses eksportir di Australia. ”Mereka berkomunikasi dengan para makelar,” katanya.

Akibatnya, Berdikari kesulitan mendapatkan daging murah. Harga dari makelar bila dihitung-hitung plus ongkos angkut ke Indonesia dan biaya lainnya akan jauh di atas Rp 80 ribu per kilogram. Suwhono mengaku bimbang dengan tingginya harga di level pemasok. ”Harga di pemasok sudah tinggi,” ujarnya. Di tengah upaya Berdikari yang kelimpungan mencari pemasok, harga daging sapi masih melangit, terutama di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Dharma Jaya, perusahaan milik pemerintah DKI, mengajukan kuota impor. Pengajuan ini disampaikan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama kepada Menteri Darmin. Dharma Jaya diberi kuota 500 ton, yakni 300 ton dari Australia dan 200 ton dari Selandia Baru. Marina Ratna mengaku langsung bergerak mencari pasokan daging beku dari kedua negara tersebut, meski belum mengantongi SPI. Eksportir Australia bersedia menyiapkan pasokan daging meski SPI belum terbit. Adapun Selandia Baru hanya mau jika SPI benar-benar telah terbit.

Marina mengabaikan Selandia Baru, dan berfokus ke Australia. Hasilnya, Marina mendapatkan 12 kontainer daging beku jenis secondary cut yang dikirim dalam lima kali perjalanan lewat laut. Gencarnya rencana impor daging beku tak mampu menggoyang harga daging sapi di pasar.

Ini membuat Kementerian Perdagangan semakin panik. Diam-diam, PPI, yang tidak bisa mengimpor, kuotanya dialihkan ke Perum Bulog 10 ribu ton. Anehnya, dalam kertas rincian penugasan terhadap Bulog, yang salinannya diperoleh Tempo, perusahaan pelat merah ini akan mengimpor daging jenis jeroan dan CL (chemical lean) 65-95. CL 95 artinya daging tanpa tulang dengan komposisi daging 95 persen, lemak 5 persen. Ini aneh karena impor jeroan masih dilarang.

Setelah pemerintah memberikan kuota impor kepada Bulog, Berdikari berhasil mendatangkan 4 ton daging beku lewat udara pada 28 Mei, disusul tambahan pasokan sebanyak 14 ton dan 8 ton hingga pekan lalu. Jalur udara ditempuh Berdikari karena terjepit waktu menjelang puasa. Risiko yang mengintai, modal daging beku membengkak. Namun Suwhono mengungkapkan masih ada untung.

Website : kota-bunga.net