Categories
Berita

TARI Ohno Ala Kawaguchi bag2

Penonton mengerubunginya. Terdengar beberapa penonton berbisik khawatir. Dia menjelajahi lobi Teater Jakarta pada Senin, 15 Agustus 2016. Tampil dalam pembukaan Art Summit Indonesia ke-8, ia menyajikan koreograf berjudul About Kazuo Ohno. Bergumul dengan kain terpal hijau dan kain putih serta barbel dan lilitan kabel di kaki kirinya, Kawaguchi seperti membawa beban berat yang harus diseret memasuki teater. Ia menelusuri lorong di antara kursi-kursi yang mulai diduduki penonton. Dia lalu mengakhiri pentas bagian pertamanya dan menghilang di balik pintu panggung. Kawaguchi menghadirkan beberapa penggalan karya Kazuo Ohno, sang pelopor gaya butoh, yang lahir pada 1906 dan meninggal pada 2010. Butoh suatu jenis gerak yang menolak ideal-ideal balet. Merayakan sisi-sisi gelap tubuh manusia. Menghargai ketidaksempurnaan tubuh, kesedihan manusia.

Categories
Parenting

Bahagianya Punya Empat Anak Sekaligus

Ya, saya melahirkan anak kembar empat. Saat mengandung mereka, saya mengalami mual muntah hebat selama 18 minggu dan perdarahan hingga 10 minggu. Usiaku masih di bawah 20 tahun ketika hamil pertama kali. Mungkin karena itu, di usia kehamilan 8 minggu, saya mengalami keguguran. Tentu saya sedih, kecewa, dan takut untuk hamil kembali. Namun, di sisi lain saya pun ingin sekali bisa memiliki buah hati.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Mungkin karena keinginan memiliki anak melebihi rasa takut dan keraguraguan, walau belum genap berusia 20 tahun, saya kembali hamil. Ooh… senangnya hati ini! Kehamilan kedua ini, saya merasa beda sekali. Di trimester pertama, saya mengalami mual dan muntah superhebat. Saking hebatnya, berat badan saya sampai merosot dan mengharuskan saya menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga hari. Menurut dokter, jika tidak rawat inap, kekurangan nutrisi yang saya alami karena mual muntah bisa semakin menjadi.

Pulang dari rumah sakit, mual muntah belum reda, tapi kecukupan gizi sudah tercapai. Mual muntah ini saya alami hingga minggu ke- 18 dan itu rasanya minta ampun, gak mau lagi, deh! Apalagi, saya juga mengalami perdarahan cukup hebat dan lama. Bayangkan saja, masuk usia kandungan enam minggu, saya mengalami perdarahan pertama kali. Dokter sempat tegang dan memberikan banyak pantangan kepada saya, juga terapi obat. Tentu saya diminta bed rest. Meski perdarahan on-off dan tidak sampai membuat saya kenapa-kenapa, tapi kondisi seperti ini berlanjut hingga minggu ke-16.

Jadi, kala itu saya pun harus bolak balik bed rest. Jika perdarahannya stop, saya kembali aktif; saat perdarahan lagi, bed rest lagi, dan ke dokter lagi. Sejujurnya, saat menjalani kehamilan kedua, saya takuuut sekali mengalami keguguran seperti kehamilan pertama. Apalagi saya mual muntah terus dan sering perdarahan, tapi saya berusaha untuk tetap kuat menjalaninya. Suami pun mendukung dan perhatian sekali, karena dia ingin sekali memiliki anak. Begitu juga dengan kedua orangtua kami.

Sumber : pascal-edu.com