Categories
Rumah

Bebaskan Kasur dari Tungau

Kulit gatal-gatal saat bangun dari tidur? Bisa jadi penyebabnya adalah tungau di kasur Anda. Kasur merupakan benda yang paling tepat digunakan untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas. Di sini, energi kita biasanya terpompa kembali setelah terbangun dari tidur. Namun, apa jadinya bila selepas beristirahat, tubuh kita malah menjadi gatal dan muncul ruam-ruam merah di tubuh?

Baca juga : Jual genset 500 kva di Semarang

Hal ini dialami oleh salah seorang pembaca. Setelah bangun dari tidur, tiba-tiba muncul bintik-bintik atau bentol gatal berwarna merah di tangannya. Awalnya, ia mengira bahwa bintikbintik tersebut disebabkan oleh alergi debu. Namun, usut punya usut, ternyata ruam tersebut disebabkan oleh tungau yang menempel pada kasur.

Ya, keberadaan tungau memang patut diwaspadai. Tak jarang, kehadirannya membuat penghuni alergi, yang diawali dengan bersin-bersin dan gatal. Cara kerja tungau ialah dengan mengonsumsi kulit mati manusia yang mengelupas. Saat tungau mengonsumsi kulit manusia, tungau akan mengeluarkan kotoran yang menjadi satu dengan debu. Debu yang bercampur dengan kotoran tungau itulah yang menjadi penyebab alergi, asma, dan sinusitis.

Makhluk yang seringkali menjadi biang kerok atas gatalgatal sehabis tidur di ranjang, bahkan asma yang terjadi pada seseorang ini berukuran mikroskopis, hanya 0,1-0,3mm dan hidup di tempat-tempat lembap dalam sudut-sudut rumah. Lokasi “favorit” yang menjadi tempat berkumpulnya tungau biasanya terletak di kasur, sofa, dan karpet.

Lantas, mengapa tungau dapat membuat tubuh gatal? Hal seperti ini bisa terjadi karena sumber alergi atau alergen sudah mengontaminasi bagian tubuh Anda. Alergen adalah zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi yang dapat masuk ke dalam tubuh dengan beragam cara. Ada alergen yang dapat masuk melalui saluran pernapasan (inhalan), saluran cerna (ingestan), suntikan (injektan), dan melalui kontak langsung pada kulit (kontaktan).

Dalam kasus pembersihan kamar, alergen paling sering menyerang Anda lewat saluran pernapasan. Sumber alergen ini pun bermacam-macam, seperti tungau debu, kecoak, serbuk sari, serpihan kulit hewan, dan spora jamur. “Alergi terjadi ketika kita telah terpapar alergen berkaliberkali,” jelas dr. Iris Rengganis, Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Konsultan Alergi Imunologi) Immunology & Pulmonology and Internal Medicine Center Mayapada Hospital, Jakarta Selatan.

Dokter Iris menjelaskan bahwa setiap orang berpotensi terkena alergi. Namun, waktunya berbedabeda tergantung sensitivitas orang tersebut terhadap alergen. Bila seseorang memiliki sensitivitas tinggi terhadap alergen, ia dapat menderita alergi pada paparan pertama. Sebaliknya, bila sensitivitas orang tersebut rendah, alergi baru dapat dideritanya setelah berkali-kali terkena paparan alergen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *