Categories
Berita

Mad Catz R.A.T 7 – Mouse Aneh Proporsional Dan Futuristik

Mad Catz R.A.T 7 – Mouse Aneh Proporsional Dan Futuristik

Dari semua mouse besutan Mad Catz, R.A.T 7 menjadi mouse unggulan, baik dari segi desain, bobot, maupun feature. Rancangan yang futuristik menjadikannya sebuah mouse yang siap memanjakan para gamer yang membutuhkannya. Bukan sembarang material yang digunakan, kerangka mouse ini menggunakan aluminium berkualitas, membuat mouse menjadi lebih kokoh dan gahar. Bagaimana dengan kelebihan lainnya saat mouse ini beraksi Sama seperti mouse gaming kelas berat yang banyak beredar, bobot dari R.A.T 7 dapat diatur dengan mengurangi beban tambahan yang terpasang.

Sumber : Wa Web

Perbedaannya yaitu jika mouse lain menggunakan pemberat tambahan berbentuk seperti baterai jam tangan, R.A.T 7 memiliki pemberat dengan bentuk seperti cincin dan terpasang persis di bagian bawah palm rest. Untuk mengambil pemberat ini memang lebih rumit dari mouse lainnya karena terkunci oleh besi kecil yang rupanya adalah pengunci khusus segi enam atau letter L. Tata letak tombol R.A.T 7 memang cukup unik. Tombol pengatur profile terletak sangat dekat dengan left button. Di bagian penopang ibu jari, selain terdapat tombol previous dan next yang nantinya dapat berganti fungsi setelah meng-install driver khusus, ada satu tombol yang tidak terdapat pada mouse lainnya, yaitu tombol precision aim. Desain futuristik yang terlihat dari berbagai sudut menjadikan R.A.T 7 salah satu pilihan tepat gamer hardcore.

Tombol ini sangat berguna ketika pengguna membutuhkan kestabilan untuk mendapatkan bidikan super akurat ketika bermain game FPS atau pesawat tempur. Sayangnya, jumlah tombol makro yang tersedia pada mouse ini sangat sedikit. Yang lebih menarik dari mouse ini adalah bagian palm rest yang dapat diatur sesuka hati menyesuaikan ukuran telapak penggunanya. Palm rest ini bahkan dapat dilepas jika pengguna merasa bahwa bagian ini sudah tidak diperlukan atau bahkan mengganggu. Selain itu, bagian penopang ibu jari juga dapat diatur posisinya, baik maju atau mundur, yaitu dengan menggunakan pengunci khusus segi enam atau letter L.

Categories
Berita

Batas Pelaporan SPT Tahunan Berakhir, Sri Mulyani Tak Akan Tambah Waktu

Batas Pelaporan SPT Tahunan Berakhir, Sri Mulyani Tak Akan Tambah Waktu

Sabtu kemarin, 31 Maret 2018 merupakan hari terakhir pelaporan SPT Tahunan bagi semua wajib pajak orang pribadi, apakah Anda sudah berhasil melaporkan SPT PPh tahunan Anda? Sayangnya tahun ini nampaknya akan berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun kemarin Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan bersepakat untuk memperpanjang waktu, tapi untuk SPT 2017 pemerintah tidak memperpanjang batas pelaporan. Keputusan ini disampaikan secara langsung oleh Sri Mulyani Indrawati saat beliau melakukan peninjauan layanan SPT di kantor KPP Jakarta Madya.

Sumber : Gotax

Menganggapi hal tersebut, respons dari masyarakat tentunya berbeda-beda. Bagi yang sudah berhasil lapor SPT tentu tidak punya masalah, namun bagi wajib pajak yang belum lapor SPT keputusan ini pasti tidak menguntungkan, apalagi kabarnya akan ada sanksi denda yang diberlakukan bagi wajib pajak yang terlambat lapor SPT Tahunan PPh.

Guna mengantisipasi membludaknya masyarakat yang berencana untuk melaporkan SPT tahunan di akhir Maret, pemerintah telah melakukan berbagai upaya termasuk menambah jam kerja KPP, jadi rasanya tidak ada alasan yang membenarkan masyarakat untuk tidak melaporkan pajak, apalagi waktu yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak sudah cukup banyak, terlebih ada fasilitas pelaporan SPT online yang bisa dimanfaatkan masyarakat bila tidak mau mengantri di KPP. Fasilitas melaporkan SPT via elektronik bahkan dibuka sampai pukul 24.00.

Kebijkan Sri Mulyani untuk tidak menambah waktu pelaporan SPT tentunya mendapatkan beragam respon dari masyarakat, ada yang memberikan respon positif ada juga yang memberikan respon negative. Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap dalam keputusannya untuk tidak memperpanjang waktu atau menambah waktu, jadi bagi wajib pajak yang sudah terlambat melaporkan SPT Tahunan, siap-siap saja untuk mendapatkan sanksi denda.

Sebagai warga negara yang baik, membayar dan melaporkan pajak adalah tugas pokok bagi masyarakat, baik untuk wajib pajak pribadi atau wajib pajak badan. Jika Anda lupa bagaimana cara melaporkan pajak yang baik dan benar, maka buka lagi buku panduan cara melaporkan pajak secara online, jika yang dipilih adalah fasilitas e-filing, untuk yang ingin melaporkan via manual, Anda cukup menyambangi KPP saja.

Categories
Berita

Gerakan Politik PKS

Gerakan Politik PKS – Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subi­ anto telah sepakat untuk membentuk koalisi dengan Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kesepakatan tersebut terjalin setelah tokoh utama kedua partai itu bertemu secara langsung beberapa waktu lalu. Imbas pertemuan dan kesepatakan tersebut, posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut­sebut mulai terancam di koalisi pendukung Prabowo. Pasalnya, calon wakil presiden (cawapres) yang diusulkan PKS terancam tidak dapat terakomodasi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sumber SP menyebutkan, saat ini ada sejumlah elite PKS yang mencoba membangun komunikasi dengan salah satu partai politik pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). PKS disebut­sebut tengah mendekati elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menjajaki kemungkinan membentuk koalisi baru pada Pilpres 2019. “PKS tengah mendekati PKB. Tujuannya ingin membangun koalisi baru di Pilpres 2019.

Upaya itu muncul setelah Partai Gerindra positif menjalin koalisi dengan Demokrat,” kata sumber itu di Jakarta Jumat (3/8). Dalam pendekatan yang dilakukan, ujar sumber tersebut, PKS juga tetap mengusulkan sejumlah opsi pencapresan. Salah satu klausulnya mendukung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar sebagai Capres. Sementara, posisi awapres diusulkan dari nama­nama yang selama ini sudah diajukan PKS. Seperti diketahui, PKB merupakan satu­satunya parpol pendukung pemerintah yang hingga saat ini belum mendeklarasikan secara resmi dukungan terhadap Jokowi. Deklarasi baru akan diberikan jika Jokowi memilih cawapres dari tokoh internal PKB, yakni Muhaimin Iskandar. Sejumlah elite PKS juga menawarkan kepada PAN untuk bisa bergabung. Dengan demikian, koalisi baru bisa terbentuk karena PKS memiliki 40 kursi DPR atau 6,79%, PKB sebanyak 47 kursi DPR atau 9,04%, dan PAN sebanyak 49 kursi DPR atau 7,59%, sehingga total kursi koalisi ini sebanyak 136 atau 24,3%.