Categories
Parenting

Waspadai Risiko Persalinan Bag2

  • Atonia uterus (uterine atony), yaitu otot rahim lemah/kehilangan kemampuan untuk berkontraksi setelah melahirkan. • Memicu lain yang lebih jarang adalah retensi plasenta (retained placenta), yakni seluruh atau sebagian jaringan plasenta tertinggal di rahim. •

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Perdarahan pada masa nifas, di antaranya terjadi karena: – Luka jahitan jalan lahir yang terbuka. – Efek pijat di area perut, yang biasanya dilakukan oleh dukun beranak dengan alasan untuk memulihkan posisi alat kandungan.  Gizi buruk dan lemahnya kontraksi rahim selama masa pemulihan. LAKUKAN PENCEGAHAN DENGAN CARA-CARA BERIKUT: • Persiapkan kesehatan Mama di sepanjang kehamilan, terlebih menjelang persalinan. Hindari kondisi fisik terlalu lelah agar persalinan dapat berlangsung lancar. • Istirahat yang cukup karena proses melahirkan tidak singkat. Ada proses dan tahapan yang dilalui sehingga butuh kondisi fit.

Bila mamil kelelahan dan kondisi fisik tak sehat ketika menghadapi persalinan, dikhawatirkan memengaruhi kontraksi rahim dan meningkatkan risiko perdarahan. • Penting juga diperhatikan, meski mamil tampak sehat dan baik-baik saja, kejadian perdarahan tak terduga yang mengancam jiwa bisa saja terjadi. Untuk itu, pendampingan suami dan anggota keluarga sangat diperlukan guna memberi dukungan selama persalinan. Saat terjadi hal yang tak diinginkan, suami merupakan pengambil keputusan saat darurat.

Anggota keluarga juga perlu siap bila sewaktu-waktu diperlukan untuk donor darah mengingat kebutuhan darah pasien yang mengalami perdarahan tak dapat diprediksi. • Setelah melahirkan, segera susui bayi untuk membantu kontraksi rahim, yaitu proses mengecilnya kembali rahim secara alami. ,sapan bayi pada puting merangsang hormon oksitosin untuk keluar dan membantu mencegah perdarahan. • Usai melahirkan dan di masa nifas, Mama agar menjaga kesehatan tubuh dengan konsumsi makanan bergi]i sehingga luka proses persalinan segera pulih. ,stirahat yang cukup agar kondisi fisik makin pulih. • Hindari jamu atau ramuan pembersih darah yang sebetulnya tak terjamin keamanannya. Juga hindari pemijatan, terutama oleh dukun, dengan alasan apa pun.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Maksimalkan Perlindungan Si Kecil

Minggu (7/6) adalah hari istimewa bagi warga Semarang karena di hari itu diselenggarakan moment oleh DANCOW Parenting sharing Center dan tabloid nakita. Bertempat di Hotel Santika Premier, acara bertajuk “Maksimalkan Perlindungan Si Kecil dengan Nutrisi dan Stimulasi Tepat untuk Dukung Eksplorasinya” berlangsung meriah. MC Shahnaz Haque mengawali acara dengan menyerukan yel, “Aku dan Kau” lalu semua perserta pun menyambut serempak “Suka DANCOW…” Saat membuka acara, Faras Handayani, Managing Editor tabloid nakita, menyatakan ada dua harapan yang umumnya diinginkan orangtua pada anak-anaknya, yakni ingin anaknya sehat dan cerdas.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Nah, di sinilah peran nutrisi dan stimulasi dari orangtua. “Tentu nutrisinya harus tepat dan stimulasi harus diberikan dengan penuh cinta,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Riza Nopalas, Senior Brand Manager DANCOW Excelnutri+, menjelaskan tentang DANCOW Excelnutri+ yang merupakan inovasi terbaru Nestle Research Center. Keunggulan DANCOW Excelnutri+ ada lah mem bantu menja ga saluran cerna, membantu pro ses belajar Si Kecil, dan membantu per tumbuhan fi sik buah hati. Riza pun menje laskan sekilas mengenai DANCOW Parenting Center (DPC) yang berdiri sejak 2004.

Misi mulia DPC adalah membantu orangtua dalam mengoptimalkan tum buh kembang dan memaksimalkan potensi buah hati. LINDUNGI DARI DALAM Acara sharing edukasi dimulai dengan tampilnya ketiga narasumber: DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc, Dra. Ratih Ibrahim, M.M.,Psi, dan dr. Vinka Desria. Presentasi dibuka dengan pertanyaan apakah ada ibu yang melarang anaknya bermain hujan-hujanan. Beberapa peserta tampak tunjuk tangan. Kekhawatiran tersebut tentu wajar, namun perlu dipahami setiap anak butuh melakukan eksplorasi. Karena dengan bereksplorasi, ia akan memetik berbagai pengalaman berharga.

Jadi, bagaimana agar buah hati dapat bereksplorasi bebas tanpa terganggu kesehatannya? Tak lain dengan melindungi Si Kecil dari dalam, yaitu dengan memerhatikan nutrisinya. Dengan nutrisi yang baik, sistem daya tahan tubuh anak akan terbentuk maksimal. Yang menarik diketahui ternyata 80% daya tahan tubuh ada di saluran cerna. “Karena itulah di saluran cerna, bakteri baik (probiotik) harus mendominasi milyaran bakteri yang ada di sana. Probiotik dapat ditemui pada beberapa makanan, seperti tempe, kimchi, dan susu,” jelas Vinka.

Categories
Parenting

Bahagianya Punya Empat Anak Sekaligus

Ya, saya melahirkan anak kembar empat. Saat mengandung mereka, saya mengalami mual muntah hebat selama 18 minggu dan perdarahan hingga 10 minggu. Usiaku masih di bawah 20 tahun ketika hamil pertama kali. Mungkin karena itu, di usia kehamilan 8 minggu, saya mengalami keguguran. Tentu saya sedih, kecewa, dan takut untuk hamil kembali. Namun, di sisi lain saya pun ingin sekali bisa memiliki buah hati.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Mungkin karena keinginan memiliki anak melebihi rasa takut dan keraguraguan, walau belum genap berusia 20 tahun, saya kembali hamil. Ooh… senangnya hati ini! Kehamilan kedua ini, saya merasa beda sekali. Di trimester pertama, saya mengalami mual dan muntah superhebat. Saking hebatnya, berat badan saya sampai merosot dan mengharuskan saya menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga hari. Menurut dokter, jika tidak rawat inap, kekurangan nutrisi yang saya alami karena mual muntah bisa semakin menjadi.

Pulang dari rumah sakit, mual muntah belum reda, tapi kecukupan gizi sudah tercapai. Mual muntah ini saya alami hingga minggu ke- 18 dan itu rasanya minta ampun, gak mau lagi, deh! Apalagi, saya juga mengalami perdarahan cukup hebat dan lama. Bayangkan saja, masuk usia kandungan enam minggu, saya mengalami perdarahan pertama kali. Dokter sempat tegang dan memberikan banyak pantangan kepada saya, juga terapi obat. Tentu saya diminta bed rest. Meski perdarahan on-off dan tidak sampai membuat saya kenapa-kenapa, tapi kondisi seperti ini berlanjut hingga minggu ke-16.

Jadi, kala itu saya pun harus bolak balik bed rest. Jika perdarahannya stop, saya kembali aktif; saat perdarahan lagi, bed rest lagi, dan ke dokter lagi. Sejujurnya, saat menjalani kehamilan kedua, saya takuuut sekali mengalami keguguran seperti kehamilan pertama. Apalagi saya mual muntah terus dan sering perdarahan, tapi saya berusaha untuk tetap kuat menjalaninya. Suami pun mendukung dan perhatian sekali, karena dia ingin sekali memiliki anak. Begitu juga dengan kedua orangtua kami.

Sumber : pascal-edu.com