Categories
Berita

Gerakan Politik PKS

Gerakan Politik PKS – Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subi­ anto telah sepakat untuk membentuk koalisi dengan Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kesepakatan tersebut terjalin setelah tokoh utama kedua partai itu bertemu secara langsung beberapa waktu lalu. Imbas pertemuan dan kesepatakan tersebut, posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut­sebut mulai terancam di koalisi pendukung Prabowo. Pasalnya, calon wakil presiden (cawapres) yang diusulkan PKS terancam tidak dapat terakomodasi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sumber SP menyebutkan, saat ini ada sejumlah elite PKS yang mencoba membangun komunikasi dengan salah satu partai politik pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). PKS disebut­sebut tengah mendekati elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menjajaki kemungkinan membentuk koalisi baru pada Pilpres 2019. “PKS tengah mendekati PKB. Tujuannya ingin membangun koalisi baru di Pilpres 2019.

Upaya itu muncul setelah Partai Gerindra positif menjalin koalisi dengan Demokrat,” kata sumber itu di Jakarta Jumat (3/8). Dalam pendekatan yang dilakukan, ujar sumber tersebut, PKS juga tetap mengusulkan sejumlah opsi pencapresan. Salah satu klausulnya mendukung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar sebagai Capres. Sementara, posisi awapres diusulkan dari nama­nama yang selama ini sudah diajukan PKS. Seperti diketahui, PKB merupakan satu­satunya parpol pendukung pemerintah yang hingga saat ini belum mendeklarasikan secara resmi dukungan terhadap Jokowi. Deklarasi baru akan diberikan jika Jokowi memilih cawapres dari tokoh internal PKB, yakni Muhaimin Iskandar. Sejumlah elite PKS juga menawarkan kepada PAN untuk bisa bergabung. Dengan demikian, koalisi baru bisa terbentuk karena PKS memiliki 40 kursi DPR atau 6,79%, PKB sebanyak 47 kursi DPR atau 9,04%, dan PAN sebanyak 49 kursi DPR atau 7,59%, sehingga total kursi koalisi ini sebanyak 136 atau 24,3%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *