Categories
Rumah

Jangan Lupa Mengurus IMB Saat Renovasi dengan Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik

Jangan Lupa Mengurus IMB Saat Renovasi dengan Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik. Jika disepelekan, kelalaian dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bisa menghambat berjalannya proses renovasi rumah Anda. Beberapa waktu lalu, Budi (45), pria beranak 3 yang berdomisili di Bandung, mengakui, proses renovasi rumahnya mendadak tersendat, karena ia lupa mengurus surat perizinan, yang biasa disebut Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Saya tak langsung mengurusnya, karena awalnya, saya pikir IMB hanya dibutuhkan oleh rumah yang baru dibangun saja,” ucap Budi. Selain itu, Budi juga merasa bahwa pengurusan IMB itu terbilang merepotkan dan rumit. Anggapan Budi ini memang masih sering ditemukan di kalangan masyarakat awam.

Padahal, mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian Izin Mendirikan Bangunan, IMB merupakan perizinan yang diberikan pemerintah daerah kepada para pemohon yang akan membangun baru, merehabilitasi, merenovasi, bahkan memugar bangunan, sesuai persyaratan administratif dan teknis yang berlaku.

Otomatis, bila Anda ingin merenovasi rumah Anda, jangan sampai Anda luput mengurus IMB. Tentunya, regulasi ini disusun beserta sanksi, bilamana ada pemilik rumah yang tak mengurus perizinan tersebut. Misalnya, berdasarkan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1068 Tahun 1997, tentang Penertiban Kegiatan Membangun, pemerintah daerah dapat memberi sanksi berupa bongkar paksa bangunan hingga saksi pidana bagi pemilik bangunan. Namun, peraturanperaturan seputar pengurusan IMB ini bisa berbeda-beda sesuai daerah asal Anda.

Renovasi dengan Izin Khusus Dalam beberapa kasus renovasi, ada kalanya Anda tak memerlukan IMB. Menurut SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 76 Tahun 2000, setelah Anda mengajukan permohonan izin ke Dinas P2B (Dinas Pengawasan dan Pemeliharaan Bangunan), Anda bisa mendapatkan Izin Khusus/Keterangan Membangun, sesuai batasan-batasan renovasi berikut.

1. Bagi penambahan ruang yang t dak melebihi 30% luas bangunan lama, ataupun lebih dari 250m2. 2. Bagi penambahan lantai yang t dak melebihi 50% luas lantai atap, atau dengan luas penambahan maksimal sebesar 250m2. 3. Perubahan bangunan yang t dak mengubah struktur bangunan, sepert perubahan interior, perbaikan atap, penggant an komponen bangunan, dan lain sebagainya; asalkan, bangunan tersebut telah memiliki IMB dan tetap mempert mbangkan segi arsitektur dan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *